Kapan sih hari tuberculosis itu???? Kok bisa ada hari
tuberculosis???
Hari
TB sedunia (HTBS) itu diperingati setiap
tanggal 24 Maret. Tanggal ini dipilih untuk mengenang dan sebagai penghormatan
kepada ilmuan Jerman Robert Koch yang lahir 24 Maret 1882. Koch adalah penemu
kuman “Mycobacterium Tuberculosis”,
yang merupakan penyebab penyakit Tubercolosis dimana di Indonesia dikenal
dengan TBC. So,, inget truz ya guys..
Apa sih TB ituu????
Tuberkulosis atau TBC atau TB adalah penyakit infeksi menular langsung yang
disebabkan oleh kuman TB ( Mycobacterium
tuberculaosis ). Penyakit ini merupakan
penyakit menahun/kronis dan menular. Kuman ini dapat
menyerang semua bagian tubuh manusia, dan yang paling sering diserang adalah
organ paru (90%). Di Indonesia sendiri,
TBC merupakan penyebab kematian ke-2 setelah penyakit jantung dan
pembuluh darah lainnya. Wow,, bahaya
banget ya ternyata…
Need you know,, di Indonesia, TBC
merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka
kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya. Dengan penduduk
lebih dari 200 juta orang, Indonesia adalah Negara ke-8 di dunia yang menderita
penyakit TBC dan menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal
jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia.
Penyakit TBC akan jelas diagnosanya jika telah ada pemeriksaan dahak dari
laborotorium.
TBC banyak terdapat di kalangan
penduduk dengan kondisi sosial ekonomi lemah dan menyerang golongan usia
produktif (15-54 tahun). Sekitar 3/4 pasien TBC adalah golongan usia
produktif. TBC membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan
dengan penyakit menular lainnya.
Gimana sih penularannya ??
Penularan TBC terjadi secara langsung ketika sedang
berhadap-hadapan dengan si penderita, yaitu melalui ludah dan dahak yang keluar
dari batuk dan hembusan nafas penderita. Secara tidak langsung dapat juga
melalui debu, alat makanan dan minuman yang mengandung kuman TBC. Melalui medium
air, TBC juga bisa bertahan dan menyebar.
Dari organ
pernafasan, pendrerita dapat menularkan melalui bersin, batuk, atau hembusan
udara yang keluar melaui hidung ataupun mulut. Kuman yang bertebaran di udara
akan terhisap oleh orang yang ada disekitar melaui pernafasan dan masuk kedalam
paru-paru, kemudian masuk kesaluran limfe paru dan dari sinilah menyebar
keseluruh tubuh melaui aliran darah. Penderita TBC yang
tidak berobat dapat menularkan penyakitnya kepada sekitar 10-15 orang dalam
jangka waktu 10 tahun.
Bakteri ini selain
menyerang organ paru-par juga menyerang organ-organ lain seperti sendi, otot,
tulang, saluran kencing, sistem syaraf pusat, sumsum tulang dan sistem
limfa.tetapi tidak semua organ yang terserang menimbulkan gejala yang secara langsung
dapat kita rasakan. Misal saja jika yang diserang organ ginjal maka penderita
mungkin akan mengalami masalah kencing darah.
Apa
aja sih tanda2 TBC ituuu???
·
Pada Orang Dewasa
a.
Batuk dengan dahak
lebih dari 3 minggu
b.
Sesak nafas dan
nyeri dada
c.
Badan lemah, nafsu
makan menurun dan berat badan turun
d.
Berkeringat malam
walau tanpa aktivitas
e.
Demam meriang
(demam ringan) lebih dari sebulan
·
Pada Anak-anak
a.
Berat badan turun
selama 3 blan berturut-turu tanpa sebab jelas
b.
Berat badan anak
tidak bertambah
c.
Tidak ada nafsu
makan
d.
Demam lama dan
berulang
e.
Muncul benjolan di
daerah leher, ketiak, dan lipat paha
f.
Batuk lama lebih
dari 2 bulan
g.
Nyeri dada
h.
Diare berulang dan
tidak sembuh dengan pengobatan diare biasa
Apa aja sih faktor resiko penyebab penyakit TBC?
·
Umur
·
Jenis kelamin
·
Jenis pekerjaan
·
Kebiasann merokok
·
Tingkat pendidikan
·
Kepadatan hunian
kamar tidur
·
Pencahayaan
·
Ventilasi
·
Kondisi rumah
·
Kelembapan udara
·
Status gizi
·
Kedaan sosila
ekonomi
·
Perilaku
sehari-hari
Gimana sih penegakan diagnosisnya??
1.
Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
2.
Pemeriksaan fisik secara langsung.
3.
Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
4.
Pemeriksaan patologi
anatomi (PA).
5.
Rontgen dada (thorax
photo).
6.
Uji tuberkulin.
Usaha - usaha Preventifnya apa aja nih yang bisa kita lakukan ??
1.
Menghindari saling berhadapan sat berbicara dengan
penderita
2.
Mencuci alat makan dengn disinfektan atau menyendirikan
alat makan penderita
3.
Mamberi wadah untyk berludah penderita yang diberi
larutan desinfektan
4.
Pola hidup sehat
5. Sebisa mungkin tinggal di tempat/rumah yang memiliki
cukup sinar matahari dan tidak lembab
So Guyyss..
yukk marii kita tanamkan ‘POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT’...
JANGAN
LUPA SELALU MENGKONSUMSI MAKANAN YANG BERGIZI AKAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH KITA
KUAT .... :)
source:
